Kamis, 15 November 2012

Implikasi Etis dari Teknologi Informasi

Moral, Etika, dan Hukum

Moral adalah tradisi kepercayaan mengenai perilaku benar dan salah. Moral adalah institusi sosial dengan suatu sejarah dan daftar peraturan. Saat kita tumbuh dan matang secara fisik dan mental, kita mempelajari peraturan-peratuan yang masyarakat harapkan untuk kita ikuti. peraturan-peraturan tingkah laku ini adalah moral kita dan merupakan landasan perilaku sosial kita. 

Dan tindakan kita juga diarahkan oleh etika (ethics). Kata ethics berasal dari bahasa Yunani ethos, yang berarti karakter. Jadi, Etika adalah satu set kepercyaan, standar, atau pemikiran yang mengisi suatu individu, kelompok atau masyarakat. Tidak seperti moral, etika dapat sangat berbeda dari satu masyarakat ke masyarakat lain. kita melihat perbedaan ini di bidang komputer dalam bentuk perangkat lunak bajakan, perangkat lunak yang digandakan secara ilegal lalu digunakan atau dijual. moral dan etika sudah ada dalam masyarakat maka harus adanya pula hukum sebagai suatu lembaga yang mengawasi moral dan etika yang berada dalam masyarakat. Hukum adalah peraturan perilaku formal yang dipaksakan oleh otoritas berdaulat, seperti pemerintah pada masyarakart atau warga negaranya. 

Tindakan penggunaan teknologi informasi yang bertentangan dengan moral dan undang-undang yang berlaku dan banyak dibicarakan saat ini, antara lain:
  • Hacking/cracking
Tindakan pembobolan data rahasia suatu institusi, membeli barang lewat internet dengan menggunakan nomor kartu kredit orang lain tanpa izin (carding) merupakan contoh-contoh dari tindakan hacking. Orang yang melakukan hacking disebut hacker. Begitu pula dengan membuka kode program tertentu atau membuat suatu proses agar beberapa tahap yang harus dilakukan menjadi terlewatkan (contoh: cracking serial number) apabila dilakukan tanpa izin juga merupakan tindakan yang menyalahi hukum.  
  •  Pembajakan
Mengutip atau menduplikasi suatu produk, misalkan program komputer, kemudian menggunakan dan menyebarkan tanpa izin atau lisensi dari pemegang hak cipta merupakan pembajakan, dan masuk kategori kriminal. Contohnya, ketika seseorang menduplikasi program Microsoft Office, kemudian diinstalasi tanpa membeli lisensi yang sah. Walaupun memang harga lisensi program tersebut relatif mahal untuk ukuran rata-rata pendapatan per kapita di Indonesia, namun apabila tindakan tersebut dituntut oleh pemegang hak cipta, maka pelaku pembajakan yang dalam posisi lemah akan dikenai sanksi dan konsekuensi sesuai hukum yang berlaku.  
  • Browsing situs-situs yang tidak sesuai dengan moral dan etika kita
Membuka situs dewasa bagi orang yang belum layak merupakan tindakan yang tidak sesuai dengan norma dan etika. Teknologi internet yang dapat memberikan informasi tanpa batas akan mengakibatkan tindakan yang beragam, mulai dari tindakan-tindakan positif sampai negatif. Orang yang tahu akan manfaat internet dan memanfaatkan secara positif akan mendapatkan hasil yang positif pula, dan begitu juga sebaliknya.
Untuk menanggulangi perilaku di atas, maka dikeluarkanlah undang-undang. Bagi yang melanggar akan mendapatkan konsekuensi sesuai dengan apa yang telah dikerjakannya. dan tidak kalah pentingnya dukungan segenap masyarakat baik itu keluarga, teman, serta lingkungan masyarakat lainnya untuk mendukung dan menyadari akan pentingnya pemanfaatan teknologi informasi dengan benar.
Pembajakan software yang sudah menjadi kebiasaan masyarakat Indonesia ini harus mulai disapu bersih karena akan menyebabkan hasil karya produk Teknologi Informasi Indonesia tidak diakui dunia internasional. Demikian salah satu kesimpulan National Open Source Workshop and Conference (Noswoc) di Universitas Ahmad Dahlan Yogyakarta 25-26 September 2000 (www.detik.com, Kamis (28/9/2000).
Untuk menghadapi masalah seperti ini, tergantung kita sebagai pengguna yang harus pintar-pintar mengatur pengeluaran disesuaikan dengan kebutuhan. Tidak ada salahnya membeli software yang membutuhkan biaya lisensi tinggi apabila diperlukan. Namun dengan adanya kemajuan teknologi software yang tidak terbatas di seluruh penjuru dunia memicu kita untuk mencari dan terus mencari software dengan biaya murah tapi performance/kinerja yang tidak kalah dengan software mahal. Bahkan sekarang ini banyak software yang free atau bebas digunakan tanpa diharuskan membeli lisensi yang cukup mahal, mengingat keadaan perekonomian kita yang belum begitu membaik.
Oleh karena itu, jalan keluarnya jika merasa berat untuk membeli lisensi program yang komersil, gunakanlah program yang open source atau free yang memiliki lisensi murah atau bahkan gratis. Banyak produsen atau komunitas pengembang software yang mengedarkan produknya secara gratis/free, tergantung kejelian kita dalam memilih barang. Misalnya, program yang setara dengan Microsoft Office yaitu Open Office.org. Open Office.org merupakan program yang dijalankan pada platform Linux, dan Linux pun merupakan Operating System yang open source juga.




Sumber: http://10205186.siap-sekolah.com/2011/02/19/etika-dan-moral-dalam-menggunakan-teknologi-informasi-dan-komunikasi/


Rabu, 14 November 2012

Model Sistem Informasi Berbasis Komputer


Manajer membuat keputusan untuk memecahkan masalah, dan informasi digunakan dalam membuat  keputusan. Informasi disajikan dalam bentuk lisan maupun tertulis oleh suatu pengolah informasi. Porsi komputer dalam mengolah informasi terdiri dari area aplikasi berbasis komputer – SIA, SIM, DSS, kantor virtual dan sistem berbasis pengetahuan. Kita menggunakan istilah  sistem informasi berbasis komputer (computer based information system), atau CBIS, untuk menggambarkan lima subsistem yang menggunakan komputer. Semua subsistem  CBIS menyediakan informasi untuk pemecahan masalah.
 

Dalam beberapa hal, tiap subsistem CBIS menyerupai suatu organisme hidup-lahir, bertumbuh, menjadi matang, berfungsi dan akhirnya mati. proses evolusi ini disebut silus hidup sistem (system life cycle-SLC), dan terdiri dari  tahap-tahap berikut:
  • perencanaan
  • analisis
  • rancangan
  • penerapan 
  • penggunaan
 siklus hidup suatu sistem berbasis komputer mungkin hanya berlangsung beberapa bulan atau mungkin beberapa tahun. seiring berkembangnya CBIS, manajer merencanakan siklus hidup dan mengatur para spesialis informasi yang terlibat. setelah penerapan, manajer mengendalikan CBIS untuk memastikan bahwa sistem tersebut terus menyediakan dukungan yang diharapkan.


Sumber : Raymond McLeod;Jr. . "Sistem Informasi Manajemen" jilid 1

Evolusi Sistem Informasi Berbasis Komputer


Usaha awal untuk menerapkan komputer dalam area bisnis terfokus pada data. Kemudian penekanan pada informasi dan pendukung keputusan. Sekarang, komunikasi dan konsultasi mendapat perhatian yang paling besar. Dan ada beberapa fokus dalam evolusi sistem informasi berbasis komputer, yaitu diantaranya:

Fokus awal pada data
Selama paruh pertama abad dua puluh, saat punched card dan keydriven bookkeeping machines berada dalam masa jayanya, perusahaan-perusahaan umumnya mengabaikan kebutuhan informasi para manajer. Praktek ini diteruskan dengan komputer generasi pertama yang terbatas untuk aplikasi akuntansi. Nama yang diberikan untuk aplikasi akuntansi berbasis komputer adalah pengolahan data elektronik (electronic data processing), atau EDP. Istilah EDP tidak populer lagi, dan telah disingkat menjadi data processing (DP). Kita menggunakan istilah Siste Informasi Akuntansi- SIA (accounting information system) untuk menggambarkan sistem yang memproses aplikasi pengolahan data perusahaan. SIA menghasilkan beberapa informasi, sebagai produk sampingan dari proses akuntansi.

Fokus baru pada informasi
Pada tahun 1964, diperkenalkan satu generasi baru alat perhitungan yang mempengaruhi cara penggunaan komputer. Komputer baru ini menggunakan sirkuit kepingan silikon yang memungkinkan daya pemrosesan yang lebih banyak tiap rupiahnya. Konsep penggunaan komputer sebagai sistem infprmasi manajemen, atau SIM, dipromosikan oleh pembuat komputer untuk mendukung  peralatan baru tersebut. Konsep SIM menyadari bahwa aplikasi komputer harus diterapkan untuk tujuan utama menghasilkan informasi manajemen. Konsep ini segera  diterima banyak perusahaan besar.

Fokus revisi pada pendukung keputusan
Sementara banyak orang hanya mengamati dari pinggir saat perusahaan-perusahaan berjuang dengan SIM raksasa mereka, sejumlah ilmuwan informasi pada Massachusetts Institute of Technology (MIT) meformulasikan pendekatan yang berbeda. Ilmuwan ini adalah Micel S. Scott Morton. G Athony Gorry, dan Peter G. W. Keen, atau DSS. DSS adah sistem penghasil informasi yang ditujukan pada suatu masalah tertentu yang harus dipecahkan oleh manajer dan keputusan yang harus dibuat manajer. Manajer tersebut dapat berada dibagian manapun dan dalam area fungsional apapun.
Fokus sekarang pada komunikasi
Pada saat DSS bekembang, perhatian juga difokuskan pada aplikasi komputer yang lain: otomatisasi kantor (office automation), atau OA. OA memdahkan komunikasi dan meningkatkan produktivitas di antara para manajer dan pekerja kantor melalui penggunaan alat-alat elektronik. OA dimulai tahun 1964 saat IBM mengumumkan produknya, Magnetic  Tapel/ Selctric Typewriter (MT/ST), yaitu mesin ketik yang dapat mengetik kata-kata yang telah terekam dalam pita magnetik. Operasi pengetikan otomatis ini mengarah pada aplikasi OA yang isebutkan pengolahan kata (word processing). Otomatisasi kantor telah berkembang meliputi beragam aplikasi seperti keoferesi jarak jauh (teleconferencing), voice mail, surat elektronik (electronic mail), electronic calendaring facsimile transmission, dan desktop publishing.

Fokus potensial pada konsultasi
Komputer dapat diprogram untuk melaksanakan sebagian penalaran logis yang sama seperti manusia, suatu aplikasi yang dinamakan kecerdasan buatan (artificial intelligence), atau AI. Bagian khusus dari AI, yaitu sistem pakar (expert system) atau ES, mdapatkan paling banyak perhatian. Sistem pakar adalah suatu sistem yang berfungsi sebagai seorang spesialis dalam suatu area. Satu cara untuk mengatasi keterbatasan ini adalah menggunakan jaringan saraf (neural networks) yang merupakan analog matematik dan elektronik dari manusia. Kita menggunakan istilah sistem berbasis pengetahuan (knowledge- based system) untuk menggambarkan segala macam sistem yang menerapkan kecerdasan buatan untuk pemecahan masalah. 

Sumber : Raymond McLeod;Jr. . "Sistem Informasi Manajemen" jilid 1