Bisakah
kamu tebak, cemilan apa yang paling populer dan selalu dicari di kalangan
masyarakat Bandung? Yaps, gorengan lah jawabannya, kawan! Penganan pengganjal
perut ini memang bukan suatu jenis kuliner yang sulit ditemui, kamu akan selalu
dapat menemukannya di pojokan-pojokan jalan raya kota kembang ini, pembaca.
Mulai dari penjaja gerobak dorong, gerobak pikul hingga pojokan pasar swalayan
pun berlomba-lomba untuk menghasilkan cita rasa gorengan yang maknyus.
Psst.. diduga telah muncul sebuah jenis gorengan
dengan gaya unik dan identik dengan Bandung, yuk mari kenalan sama yang namanya
Tahu Hot Jeletot, sebuah mahakarya kuliner terobosan baru yang menjadi
identitas baru dunia jajanan kota Bandung tercinta ini.
Wow, nama yang unik, menarik dan mudah diingat,
apakah sebenarnya yang dimaksud dengan Tahu Hot Jeletot ini ya? Yaps, jenis
kuliner tahu unik ini sebenarnya bermula dari jajanan gorengan tahu yang biasa
disebut dengan gehu (singkatan dari toge di dalam tahu), terbuat dari tahu
berisi sayuran tauge dan wortel, kemudian ditambahkan adonan tepung dan
digoreng hingga terasa mencukupi.
Apa bedanya gehu jeletot ini dengan gehu lainnya
ya kira-kira? Dari namanya saja, rasa dari gehu ini sudah seakan terasa di
lidah. Gehu Hot Jeletot, hot berasal dari sebuah kata di bahasa Inggris yang
berarti pedas atau panas, dan jeletot, yang merupakan bahasa Sunda dari kata
sensasi. Yapsyaps, gehu jeletot ini memiliki rasa yang pedas, tanpa harus
menambahkan cabe rawit yang biasa dijadikan sahabat gorengan hangat ini,
soalnya dalam sang gehu pun sudah ditambahkan bumbu cabe rawit yang pedasnya
luar biasa. Waw, pokoknya pertama kali sang kulit gehu menyentuh mulutmu, hmm..
rasanya bakalan terus melekat di lidah, pembaca! Membuatmu ketagihan untuk
terus menerus mencicipi sekelebat rasa unik yang Bandung banget ini. Sensasi
berkesan yang nggak bakal tergantikan pokoknya!
Pak
Toha. Awalnya, Pak Toha hanya bekerja di salah satu mini market terkemuka di
Indonesia, namun karena jiwa bisnisnya yang tinggi, akhirnya Pak Toha
memutuskan untuk berhenti bekerja dari mini market tersebut dan merintis
bisnisnya sendiri.
Ibarat
pepatah “Gayung Bersambut Air”, usaha Gehu Hot Jeletot yang dirintis Pak Toha
ini disambut baik konsumen, terutama di wilayah Bandung. Karena Gehu Hot
Jeletot merupakan tahu isi terobosan baru dengan sensasi pedasnya, maka bisnis
tahu isi ini pun makin berkembang. Sejak dirintis pada 2010, hingga saat ini
Pak Toha sudah memiliki 100 outlet di Bandung dan Garut dengan rincian 75 outlet milik
Pak Toha dan 25 outletlainnya milik para franchisee.
Bagaimana
dengan potensi penjualannya, apakah menguntungkan? Berdasarkan penuturan Kang
Azis, dalam sehari dia mampu menjual 6 box dengan total 300 potongan tahu, bahkan di outlet lain
mampu terjual 12 box sehari. Secara matematis, kita bisa menghitung
berapa omset Kang Azis dalam sehari jika laku 6 box sehari,
akan menembus kisaran 600 ribu perhari, artinya mencapai 18 juta perbulan. Gehu
Hot Jeletot ini hanya di jual dari pukul 13.00-22.00 WIB. Jadi, cukup longggar
untuk jadwal kerjanya.
Untuk
sistem penjualan Gehu Hot Jeletot ini, tak hanya mengandalkan karyawan pabrik
saja, tapi juga ditawarkan dengan sistem franchise. Menurut
pengakuan Kang Azis, untuk harga lisensi, satu outlet, dan perlengkapan
lainnya, anda cukup membayar 10 juta rupiah. Setelah itu, tahu dan adonan Gehu
Hot Jeletot langsung dipasok dari pabrik, sehingga memudahkan franchisee untuk
usaha. Saat ini, franchise Gehu Hot Jeletot sudah ada dimana- mana, kita
tidak perlu jauh-jauh ke Bandung.
Sumber : http://wisata.kompasiana.com/kuliner/2011/05/30/sensasi-pedas-gehu-hot-jeletot/ dan